Catatan Denny JA: Lima Prinsip Hidup Bahagia dan Bermakna
- Penulis : Imron Fauzi
- Selasa, 12 November 2024 09:46 WIB

Prinsip-prinsip tersebut bukan hanya teori, melainkan nilai-nilai yang bisa dijalani dan menghasilkan dampak signifikan baik bagi individu maupun masyarakat.
-000-
Apa kritik terhadap Positive Psychology dan Neurosains sebagai Fondasi Spiritualitas?
Baca Juga: Bebas dari Unsur Politisasi, Kejaksaan Agung Pastikan Penetapan Tom Lembong sebagai Tersangka
Meskipun positive psychology dan neurosains memberikan wawasan baru tentang kebahagiaan, ada kritik yang menyatakan bahwa pendekatan ini terlalu sederhana.
Mereka berpendapat bahwa jika spiritualitas hanya dilihat dari perspektif ilmu saraf, kedalaman makna spiritual bisa berkurang menjadi sekadar reaksi biologis atau proses kognitif.
Kritik terkuat terhadap menjadikan riset psikologi positif dan neurosains sebagai basis telaah spiritualitas adalah bahwa pendekatan ini berisiko mereduksi spiritualitas menjadi sekadar rangkaian respons biologis atau kondisi psikologis yang dapat diukur dan dipetakan oleh ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Xiaomi 15 Resmi Rilis: Ponsel Pintar dengan Chipset Snapdragon 8 Elite dan Baterai 5400 mAh
Pandangan ini menganggap spiritualitas sebagai pengalaman batin yang dalam dan melampaui data empiris serta parameter ilmiah. Bagi banyak pihak, spiritualitas tidak semata-mata tentang kesejahteraan emosional atau perubahan struktur otak, tetapi tentang koneksi dengan sesuatu yang transendental atau suci yang melampaui batas fisik manusia.
Dengan kata lain, ilmu pengetahuan dianggap tidak memiliki kapasitas untuk sepenuhnya memahami dan mendeskripsikan aspek terdalam dari pengalaman batin.
Namun, menjadikan riset psikologi positif dan neurosains sebagai alat dalam memahami spiritualitas bukan berarti mengerdilkan nilai spiritualitas menjadi sekadar respons biologis.
Baca Juga: Pedagang Pasar Serang Minta Penertiban PKL untuk Akses yang Lebih Baik
Sebaliknya, pendekatan ini bisa dilihat sebagai cara untuk memperkaya pemahaman kita tentang spiritualitas, dengan menambahkan dimensi empiris yang melengkapi pengalaman batin yang transenden.