Catatan Denny JA: Lima Prinsip Hidup Bahagia dan Bermakna
- Penulis : Imron Fauzi
- Selasa, 12 November 2024 09:46 WIB

-000-
Ilmu pengetahuan bukanlah pengganti pengalaman spiritual, tetapi memperdalam pemahaman kita tentangnya.
Neurosains, dengan bukti empirisnya, menambah kedalaman pandangan kita tentang spiritualitas dengan menunjukkan dampak positifnya pada otak dan tubuh manusia.
Baca Juga: Bebas dari Unsur Politisasi, Kejaksaan Agung Pastikan Penetapan Tom Lembong sebagai Tersangka
Alih-alih menghapus nilai-nilai agama, pendekatan ini mengakui bahwa pengalaman spiritual adalah bagian tak terpisahkan dari keberadaan kita sebagai manusia.
Esai ini menghormati keberadaan agama-agama sebagai harta budaya yang tak ternilai. Setiap agama, dengan warisan ajarannya yang unik, menawarkan panduan menuju kehidupan yang bermakna.
Formula 3P + 2S ini mengajak kita untuk menyelami dan merawat spiritualitas—entah itu dalam kerangka agama tertentu atau di luar agama formal, melalui perjalanan pribadi.
Baca Juga: Xiaomi 15 Resmi Rilis: Ponsel Pintar dengan Chipset Snapdragon 8 Elite dan Baterai 5400 mAh
Samudra spiritualitas luas tak terhingga, dan saraf manusia adalah perahu yang membimbing kita menembus kedalaman jiwa.
Lima Pilar Menuju Kebahagiaan dan Makna Hidup
Di samudra kehidupan, kebahagiaan adalah bintang yang memandu perjalanan kita.
Lima prinsip ini—Personal Relationship, Positivity, Passion, Small Winning, dan Spirituality—adalah tiang-tiang layar yang menopang perahu kita di tengah ombak.
Baca Juga: Pedagang Pasar Serang Minta Penertiban PKL untuk Akses yang Lebih Baik
Setiap prinsip membawa kita lebih dalam pada pemahaman diri dan keterhubungan dengan dunia sekitar.