Denny JA Mengungkap Tiga Fakta Tercecer Sejarah Bangsa
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 19 Agustus 2024 09:35 WIB

Terasa
Tapi Asih merasa sepi
Terasa
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Jumat Ditutup Merosot di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS
Istri dan anak Arthur memusuhi
Terasa.
(“Nyai Asih Ikut ke Belanda”, hal. 63-64).
Baca Juga: Dinas Pertanian Sleman Laporkan Serapan Pupuk Urea Capai 32,10 Persen
000
Sejak Denny J.A. mengibarkan ‘bendera’ puisi esai dalam ranah sastra nasional melalui antologi perdana Atas Nama Cinta (2012), butuh waktu satu windu bagi puisi esai sebelum menjadi lema resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring yang mendefinisikan sebagai ‘jenis puisi yang mengandung pesan sosial dan moral melalui kata-kata sederhana dengan pola berbait-bait berupa fakta, fiksi dan catatan kaki'.
Puisi esai menjalani metamorfosisnya dalam 12 tahun perjalanannya hingga tahun ini. Ada setidaknya dua perbedaan format puisi esai periode awal dan periode sekarang, sependek pengamatan saya.
Baca Juga: 5 Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui
Pertama pada panjang puisi atau durasi pembacaan jika dibawakan di atas panggung. Jika puisi esai periode awal seperti Atas Nama Cinta dibawakan para dramawan dan sastrawan Putu Wijaya, Sutardji Calzoum Bachri atau Sujiwo Tejo, maka satu karya membutuhkan waktu 30 – 40 menit pembacaan.