Catatan Denny JA: Ketika Quick Count Tak Bisa Putuskan Pilkada Jakarta 2024 Satu atau Dua Putaran
- Penulis : Imron Fauzi
- Sabtu, 30 November 2024 21:55 WIB

Ketika Quick Count di Banten selesai dihitung (93 persen data masuk), hasilnya seperti gempa: Andra Soni mengalahkan Airin dengan 55,3% vs 44,7%.
Dinasti Atut yang berakar di Banten runtuh oleh strategi Andra yang efektif dan momentum akhir yang kuat.
Pesan-pesan masuk ke ponsel saya, penuh keterkejutan:
“Dinasti Atut kok bisa tumbang, ya Bro?”
“Hebat kali ini calon Gerindra. Bisa mereka kalahkan Airin yang begitu populer, ya Bro?”
Tapi Quick Count pun tak memberi kejelasan mengenai pemenang final Pilkada Jakarta.
Padahal pada pukul 17.00 WIB, data Quick Count untuk Pilkada Jakarta telah mencapai 99 persen. Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 49,9 persen suara. Unggul jauh dari Ridwan Kamil-Siswono, tetapi belum mencapai ambang batas 50%+1 yang diperlukan untuk memenangkan satu putaran.
Baca Juga: Pakar ITB: Kendaraan Perlu Perawatan Rutin Meski Sudah Lulus Uji Kir
Di tengah margin of error 1 persen, jika Quick Count-nya 49,9 persen, perolehan real Pramono-Rano berada di rentang 48,9 persen hingga 50,9 persen.
Ini berarti mereka mungkin menang satu putaran, atau mungkin tidak. Hanya real count KPU yang dapat memastikan.
Hari setelah Pilkada, masing-masing kubu mulai memainkan narasi. Tim Pramono-Rano menggelar konferensi pers, mengklaim telah menang satu putaran dengan perolehan 50,07 persen.
Baca Juga: Indef: Pemerintah Perlu Menekan Suku Bunga Obligasi untuk Kurangi Beban Utang Negara
Sementara itu, tim Ridwan Kamil-Siswono mengklaim sebaliknya. Mereka menyebut bahwa Pramono-Rano hanya memperoleh 49,28 persen, sehingga Pilkada harus dilanjutkan ke putaran kedua.