DECEMBER 9, 2022
Keuangan

Indef: Pemerintah Perlu Menekan Suku Bunga Obligasi untuk Kurangi Beban Utang Negara

image
Indef: Pemerintah Perlu Menekan Suku Bunga Obligasi (Antara)

BISNISABC.COM - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Riza Annisa Pujarama, mengingatkan pemerintah untuk fokus menekan suku bunga obligasi sebagai langkah mengurangi beban pembayaran bunga utang negara.

“Suku bunga obligasi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kapasitas fiskal kita tidak terkuras terlalu banyak untuk membayar bunga utang,” ujar Riza dalam webinar Indef yang diselenggarakan di Jakarta, Senin.

Riza menjelaskan bahwa meskipun rasio utang Indonesia saat ini masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan dalam Undang-Undang (38,68 persen dari batas 60 persen), persoalan utama yang dihadapi adalah tingginya beban pembayaran bunga utang, bukan jumlah utang pokoknya.

Baca Juga: IKAHI Ungkap Keprihatinan atas Penetapan Tersangka Tiga Hakim Surabaya

Dia mencatat bahwa meskipun rasio utang Indonesia sering dibandingkan dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang yang memiliki rasio utang lebih tinggi, Indonesia memiliki suku bunga obligasi yang lebih tinggi.

Suku bunga obligasi Indonesia saat ini mencapai 6,88 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan AS yang hanya 4,45 persen, bahkan sebelumnya sempat di bawah 1 persen.

Jepang, yang juga memiliki beban utang tinggi, memiliki suku bunga obligasi yang jauh lebih rendah, sekitar 1,08 persen.

Baca Juga: Diskusi Kreator Era AI, Wijaya Kusumah Sebut Kecerdasan Buatan Dapat Mendukung Siswa Belajar

Rencana pemerintah untuk menetapkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 7 persen pada 2025, lebih tinggi dari proyeksi 6,9 persen untuk tahun ini, berisiko menambah biaya dalam menarik utang baru.

Sementara itu, kebutuhan pembayaran utang pada tahun depan diperkirakan mencapai Rp1.353,2 triliun.

Selain itu, penerimaan perpajakan diperkirakan akan melambat pada 2024, dengan beberapa sektor ekonomi utama yang menjadi penggerak pertumbuhan mengalami perlambatan.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Pastikan Stok Beras dan Pupuk Aman Menjelang Nataru

“Utang itu bukan masalah, yang penting adalah bagaimana mengelola utang dengan bijak. Namun, peningkatan utang ini harus diimbangi dengan upaya menurunkan suku bunga obligasi, yang saat ini semakin membebani fiskal negara,” tambah Riza.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait