DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Ketika 180 Kreator Milenial dan Gen Z, dari Aceh hingga Papua, Bersaksi Melalui Puisi Esai

image
Catatan Denny JA: Ketika 180 Kreator Milenial dan Gen Z, dari Aceh hingga Papua, Bersaksi Melalui Puisi Esai. (istimewa)

-000-

Membangun Masa Depan Melalui Kata-Kata

Di tengah dunia yang semakin kompleks, menulis sastra adalah cara bagi milenial dan Gen Z untuk merangkul diri, memahami dunia, dan memberi makna pada perubahan.

Baca Juga: Harga Rerefensi CPO Turun Jadi US$ 723/MT

Mereka tidak hanya menulis untuk mengungkapkan diri, tetapi juga untuk menyuarakan generasi mereka yang kaya dengan keberagaman, tantangan, dan mimpi.

Melalui puisi esai, mereka belajar menjadi saksi dan pemimpin masa depan yang lebih peka, lebih bijaksana, dan lebih kuat dalam memahami serta mempengaruhi dunia di sekitar mereka.

Dengan menulis, mereka mengukir jejak di tengah arus digital yang berlalu begitu cepat. Mereka menunjukkan bahwa meski dunia terus bergerak, kita tetap bisa menemukan kedamaian, makna, dan jati diri melalui sastra.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Pelopor Diskusi Perubahan Iklim dari Perspektif Ekonomi dan Keuangan

Menulis bukan hanya tentang mengisi halaman kosong; ia adalah perjalanan menuju ke dalam, menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan tentang diri.

Di tangan 180 kreator milenial dan Gen Z ini, dari Aceh hingga Papua, puisi esai bukan sekadar kata-kata. Ia adalah suara generasi, yang menggemakan harapan, kekhawatiran, cinta, melalui kesaksian mereka.

Sebanyak 18 buku puisi esai para milenial dan generasi Z ini segera bisa dibaca online.

Baca Juga: 3 Dampak Serius Stereotip Gender pada Remaja, Salah Satunya Menurunnya Kepercayaan Diri

Sekecil apa pun, ini bagian meningkatkan minat baca sastra dengan integrasi sastra di media digital. Ia memanfaatkan platform populer dan format interaktif agar sastra lebih mudah diakses dan relevan bagi generasi muda.

Halaman:
1
2
3
4
5
6

Berita Terkait