Catatan Denny JA: Ketika 180 Kreator Milenial dan Gen Z, dari Aceh hingga Papua, Bersaksi Melalui Puisi Esai
- Penulis : Imron Fauzi
- Kamis, 14 November 2024 11:42 WIB

-000-
Mengapa Sastra, Mengapa Puisi Esai?
Sastra telah menjadi nafas sejarah, memperkaya budaya dan menjadi saksi zaman. Bagi generasi milenial dan Gen Z, sastra bukan hanya sekadar ekspresi pribadi, tetapi cara untuk mengukir identitas dan memahami dunia.
Baca Juga: Harga Rerefensi CPO Turun Jadi US$ 723/MT
Dalam konteks ini, ada tiga alasan kuat mengapa penting mengajak mereka untuk menulis sastra, khususnya puisi esai, yang menjadi ruang kreatif antara puisi dan prosa, menyuarakan isu-isu sosial dengan estetika dan kontemplasi.
Pertama: Menumbuhkan Kepekaan Sosial
Milenial dan Gen Z adalah generasi yang hidup di era kompleks dengan isu-isu global yang semakin nyata.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Pelopor Diskusi Perubahan Iklim dari Perspektif Ekonomi dan Keuangan
Masalah hak asasi manusia, ketidakadilan, perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan krisis kesehatan mental adalah isu-isu yang dekat dengan mereka.
Namun, informasi yang terlalu banyak sering kali membuat mereka tumpul, kehilangan kepekaan terhadap permasalahan di sekitarnya.
Puisi esai hadir sebagai ruang bagi mereka untuk menyuarakan kepedulian sosial ini dengan cara yang mendalam dan personal.
Baca Juga: 3 Dampak Serius Stereotip Gender pada Remaja, Salah Satunya Menurunnya Kepercayaan Diri
Dalam menulis puisi esai, mereka tidak hanya mengungkapkan pandangan atau opini, tetapi juga menghidupkan kisah-kisah nyata yang sering kali terabaikan.