DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Untuk Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an

image
Catatan Denny JA: Untuk Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an. (istimewa)

Di Eropa, Jerman juga meminta maaf atas kejahatan kolonialnya. Pada tahun 2004, Jerman secara resmi mengakui genosida yang dilakukan terhadap suku Herero dan Nama di Namibia pada awal abad ke-20. 

Lebih dari sekadar kata-kata, pemerintah Jerman juga berkomitmen untuk mendukung pembangunan di Namibia sebagai bentuk penebusan.

Jika Australia dan Jerman bisa melangkah maju dengan pengakuan dan permintaan maaf resmi, apakah Indonesia siap untuk melakukan hal serupa? 

Baca Juga: Kontribusi WIKA di Proyek Tol Cisumdawu yang Baru Diresmikan Jokowi

Pengakuan atas para eksil tahun 1960-an ini memang penting, tetapi tidak cukup untuk sepenuhnya memulihkan rasa identitas dan harga diri yang telah hilang selama lebih dari setengah abad.

Sebagian besar dari para eksil ini kini berusia lebih dari 80 tahun. Mereka telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka di negeri yang bukan tanah kelahiran mereka, tanpa identitas formal dan tanpa rumah yang dapat mereka sebut milik mereka. 

Meskipun pengumuman pemerintah memberikan sedikit harapan, pertanyaan yang lebih besar tetap ada: apakah mereka dapat pulang? Apakah ada jaminan bahwa di usia tua mereka, tanah air yang telah berubah ini akan menerima mereka?

Baca Juga: Perusahaan Sawit Maktour mengundang perkebunan terkenal untuk menghasilkan tanaman berkualitas

-000-

Untuk menghayati sisi batin kisah para eksil ini, saya mencari inspirasi dari karya-karya sastra internasional. Yaitu sastra  yang juga membahas tentang pengalaman hidup dalam pengasingan dan keterasingan. 

Beberapa karya menawarkan pandangan mendalam tentang bagaimana pengasingan bisa memengaruhi kehidupan seseorang di berbagai negara dan konteks.

Baca Juga: Mantan wartawan terjun Kebinsin Kuliner jualan es dawet, dari cuma Rp20 ribu kini sehari bisa cuan Rp3 juta

Misalnya, dalam “The Kite Runner” karya Khaled Hosseini (2003). Novel ini bercerita tentang Amir, seorang anak dari Afghanistan yang terpaksa melarikan diri ke Amerika Serikat setelah invasi Soviet. 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8

Berita Terkait