Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 tentang Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 24 Juni 2024 13:16 WIB

Mulai dari diskriminasi yang sifatnya agama, diskriminasi gender, diskriminasi etnik, dan juga diskriminasi orientasi seksual. Inilah buku puisi esainya yang pertama yang ada. Itu pula awal diperkenalkannya genre puisi esai.
Lalu kedua, Denny J.A. menerbitkan juga buku yang berjudul "Kutunggu di Setiap Kamis,” (2014). Puisi esainya ini menggali kisah orang-orang yang hilang dalam sejarah Indonesia sejak tahun 1965 sampai 1998.
Link: https://www.facebook.com/share/p/JfTtab9T4R6VJiFF/?mibextid=K35XfP
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Setiap hari Kamis itu puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, laki dan perempuan berdemonstrasi di depan istana negara di Jakarta dengan membawa payung hitam. Mereka mencari keluarga mereka yang hilang. Denny JA pun menggali kisah di balik peristiwa hilangnya seorang aktivis di tahun 1998.
Buku puisi esai Denny JA yang ketiga menggali kisah-kisah yang lebih filosofis. Judulnya Roti Untuk Hati (2015)
Link: https://www.facebook.com/share/p/mFXxdhy5aLyR5X2F/?mibextid=K35XfP
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Ini kisah-kisah yang lebih filosofis. Ia menggambarkan perjalanan individu mencari meaning of life. Ia menggali kisah-kisah mengenai agama, seni hidup. Juga mengenai cara individu menemukan arti dan life callingnya.
Buku puisi esai keempat Denny berjudul “Jiwa Yang Berzikir,” (2018). Puisi esai ini lebih menggali ayat-ayat kitab suci Al-Quran. Memang puisi Jiwa Yang Berzikir ini dibuatnya sepenuh bulan Ramadan.
Link: https://www.facebook.com/share/p/316axQos1hxHtnzn/?mibextid=K35XfP
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Denny JA mencoba menyusuri 30 juz Al-Quran, mencari apa intisari dari juz itu. Lalu ia padukan dengan kisah-kisah sejarah yang pernah terjadi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh negeri.