Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 tentang Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 24 Juni 2024 13:16 WIB

BISNISABC.COM - Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, penerima penghargaan sastra luar dan dalam negeri, menerbitkan buku puisi esai terbarunya: “Yang Tercecer di Era Kemerdekaan,” (Juni 2024).
Ujar Denny, “Sejarah akan lebih mudah diingat dan menyentuh hati jika ia disampaikan lewat kisah-kisah. Maka yang akan muncul di sana tidak hanya data mengenai tokoh, tempat, dan peristiwa, tapi juga drama, gejolak-gejolak emosi.”
“Karena itulah, saya memilih menggali sejarah di era kemerdekaan dan menyampaikannya dalam bentuk puisi esai.”
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
“Ini cara bertutur yang menggabungkan fakta yang terjadi dalam sejarah, tapi ditambahkan fiksi, dibuatkan drama tambahan. Ramuan itu membuat kisah sejarah atau true story lebih menyentuh hati dan lebih mudah diingat.”
Demikian dikatakan Denny J.A, mengantar buku puisi esainya yang keenam: Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (Juni, 2024). Buku itu ujar Denny bisa dibaca siapapun melalui Link:
https://www.facebook.com/share/p/F5gocW8BM5mouraJ/?mibextid=K35XfP
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Denny menggali kisah-kisah di balik peristiwa kemerdekaan tahun 1945, lebih kepada sisi gelapnya. Mulai dari kisah puluhan ribu gadis pribumi yang dipaksa untuk menjadi perempuan penghibur bagi tentara Jepang.
Juga ada kisah mengenai Romusha, yaitu para pemuda Indonesia umumnya, yang dibujuk untuk menjadi tenaga yang bekerja secara paksa, yang nyaris sama seperti budak.
Mereka begitu menderita karena kurangnya fasilitas yang diberikan. Banyak dari mereka yang kemudian mati secara merana.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Juga kisah mengenai para gadis pribumi yang menjadi pembantu rumah tangga, sekaligus juga menjadi gundik atau istri yang tak dinikahi bagi tuan-tuan Belanda.