Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 tentang Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 24 Juni 2024 13:16 WIB

Denny JA sendiri menyelami dilema moral yang dihadapi Bung Karno saat itu sebagai seorang pemimpin di era kemerdekaan.
Ia paham, pastilah Bung Karno sangat ingin sekali Indonesia merdeka. Tapi apa daya saat itu Jepang yang berkuasa. Jepang baru saja mengalahkan Belanda.
Bung Karno punya pilihan bekerja sama dengan Jepang melawan tentara sekutu. Bung Karno meyakini Jepang nantinya membantu Indonesia untuk menang.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Karena harapan itu, Bung Karno membantu Jepang mendapatkan tenaga kerja Indonesia yang banyak bagi aneka programnya. Salah satunya adalah program untuk memobilisasi tenaga kerja.
Bung Karno mengakui sendiri ia ikut memobilisasi pemuda-pemuda Indonesia untuk mau bekerja sebagai romusha. Ia berfoto untuk itu. Bung Karno juga berkampanye agar program itu sukses.
Bung Karno tidak menyangka ternyata pemuda-pemuda yang bekerja bagi Jepang itu menderita, dengan sangat menyedihkan. Tersiksa. Terhina.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Banyak dari mereka dikirim bertumpuk-tumpuk di kereta api, yang pengap. Lalu sebagian mati di kereta api. Mayatnya pun dibuang di jalan.
Banyak dari mereka juga yang dikirim ke luar negeri naik kapal laut berdesakan. Tanpa makanan yang cukup. Tanpa fasilitas kesehatan yang memadai.
Banyak pula yang mati di kapal. Mayatnya pun dibuang ke laut.
Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA Artificial Intelligence The Harmony of Religions
Sementara banyak pula yang bekerja di luar negeri ataupun bekerja di luar Jawa sana. Mereka mati karena kelaparan, atau penyakit yang tak diobati. Atau badan mereka kurus kering, tinggal tulang belulang saja diselimuti hanya oleh kulit.