DECEMBER 9, 2022
Bisnis

Industri Petrokimia Butuh Kebijakan Pro-Investor untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

image
Industri Petrokimia Butuh Kebijakan Pro-Investor untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi (Antara)

BISNISABC.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung sektor industri petrokimia guna menarik lebih banyak investor masuk ke dalam negeri.

Ketua Komisi Tetap Industri Apindo, Achmad Widjaja, menyebutkan bahwa industri petrokimia memiliki peran strategis dalam menopang sektor hulu manufaktur, karena produk kimianya dapat diolah menjadi bahan baku berbagai industri, seperti plastik, tekstil, farmasi, kosmetik, dan obat-obatan.

Namun, Achmad mengungkapkan bahwa peran swasta dalam pengembangan industri ini masih terkendala oleh terlalu banyak regulasi yang tidak mendukung.

Baca Juga: Jota Tampil Memukau sebagai Penyerang Tengah, Liverpool Menang 2-0 atas Ipswich Town

Ia mencontohkan perjalanan panjang investasi Lotte Group sebelum akhirnya berhasil masuk ke Indonesia.

"Demi menarik investor lain, pemerintah perlu memberikan paket kebijakan yang menarik, seperti tax holiday yang panjang, karena industri petrokimia memerlukan investasi besar dan waktu pembangunan yang lama, minimal tiga tahun," ujar Achmad dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menyarankan pemberian tax holiday hingga 20 tahun, seperti yang dilakukan di Vietnam dan Malaysia, karena nilai investasi industri petrokimia dapat mencapai 20 miliar dolar AS.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

Achmad juga optimistis bahwa investasi di sektor ini dapat membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai visi Presiden Prabowo Subianto, asalkan pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Senada dengan Achmad, Ketua Komisi Tetap Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kadin Indonesia, Hari Supriyadi, menekankan pentingnya keberlanjutan kontrak jangka panjang untuk gas, yang menjadi kebutuhan utama industri petrokimia.

"Kontrak gas hanya lima tahun itu tidak cukup. Industri petrokimia membutuhkan kontrak setidaknya 20 tahun karena investasi yang diperlukan sangat besar, mencapai triliunan rupiah," jelas Hari, yang juga Ketua Umum Asosiasi Industri Penghasil Petrokimia Indonesia.

Baca Juga: Shin Tae yong Targetkan Hasil Terbaik di Piala AFF 2024 dan Siapkan Timnas U-22 untuk SEA Games

Hari juga menyoroti pentingnya harga gas bumi tertentu (HGBT) yang rata untuk semua pelaku industri petrokimia, mengingat saat ini belum semua merasakan manfaat dari kebijakan harga gas 6 dolar AS per MMBTU, meskipun sektor ini termasuk dalam tujuh sektor prioritas.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait