DECEMBER 9, 2022
Keuangan

Rupiah Menguat Menjelang Pengumuman Kebijakan Suku Bunga BI-Rate November 2024

image
Nilai tukar rupiah hari ini (Antara)

BISNISABC.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin ditutup menguat, menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) untuk bulan November 2024.

Pada akhir perdagangan, rupiah tercatat menguat 17 poin atau 0,11 persen, menjadi Rp15.857 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp15.874 per dolar AS.

"Para pelaku pasar domestik saat ini tengah mencermati keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia pada Rabu lusa," ujar Rully Nova, Analis dari Bank Woori Saudara, dalam keterangannya yang disampaikan kepada ANTARA di Jakarta pada Senin.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Pastikan Stok Beras dan Pupuk Aman Menjelang Nataru

Rully juga memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga BI-Rate pada level yang sama, yaitu 6 persen.

Pada rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Oktober 2024, BI memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan, yang tetap dipertahankan di angka 6 persen.

Selain itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga tetap dipertahankan, masing-masing di level 5,25 persen dan 6,75 persen.

Baca Juga: Bitcoin Capai Rekor Tertinggi, Analis Prediksi Bisa Sentuh 100.000 Dolar AS Setelah Kemenangan Trump

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menyampaikan bahwa masih ada kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang, tergantung pada prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.

"Peluang untuk menurunkan suku bunga masih ada, namun besarannya dan waktunya akan bergantung pada perkembangan inflasi dan perekonomian," ungkap Perry dalam konferensi pers pada 18 Oktober 2024.

Bank Indonesia memilih untuk tidak menurunkan suku bunga BI-Rate pada Oktober 2024, mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah, Terimbas Pelemahan Bursa Asia dan Ketidakpastian Kebijakan Bank Sentral Jepang

Oleh karena itu, kebijakan moneter jangka pendek difokuskan pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait