IHSG Ditutup Melemah, Terimbas Pelemahan Bursa Asia dan Ketidakpastian Kebijakan Bank Sentral Jepang
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 18 November 2024 18:11 WIB
.jpg)
BISNISABC.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin sore berakhir melemah, mengikuti pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga mengalami penurunan.
IHSG ditutup turun sebesar 26,97 poin atau 0,38 persen, mencapai level 7.134,27. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami penurunan, yakni 3,95 poin atau 0,45 persen, menjadi 867,73.
Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, bursa Asia bergerak bervariasi setelah pidato Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, yang membuat pasar kesulitan memprediksi prospek tingkat suku bunga Jepang.
Baca Juga: Bitcoin Capai Rekor Tertinggi, Analis Prediksi Bisa Sentuh 100.000 Dolar AS Setelah Kemenangan Trump
Pada pidatonya, Ueda menegaskan bahwa Bank of Japan akan terus menaikkan suku bunga jika kondisi ekonomi dan inflasi tetap terkendali, namun tidak mengindikasikan apakah kenaikan suku bunga akan terjadi pada Desember 2024.
Kuatnya dolar AS dapat memaksa Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga demi menjaga nilai yen.
Para pelaku pasar juga menantikan rilis risalah dari Bank Sentral Australia (RBA) serta data perdagangan Jepang yang diprediksi mengalami penurunan.
Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria
Inflasi Jepang diperkirakan akan turun sedikit, dan pasar juga mengharapkan pidato dari pejabat The Fed dan European Central Bank (ECB) yang lebih dovish, mengingat data ekonomi yang lemah belakangan ini serta risiko tarif yang dapat berdampak pada perdagangan Uni Eropa.
Dari dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di level 6 persen.
IHSG sempat berada di zona merah sepanjang sesi perdagangan, dengan delapan sektor mengalami penurunan.
Baca Juga: Fluktuasi Harga Pangan Hari Ini: Daging Sapi Turun, Telur Ayam Naik
Di antaranya, sektor teknologi mencatatkan penurunan paling tajam, yakni 1,49 persen, diikuti sektor properti dan energi yang masing-masing turun 1,43 persen dan 0,88 persen.