Denny JA: Selamat Datang Era Kreativitas Bersama Artificial Intelligence, Perlunya Forum Kreator Era AI
- Penulis : Imron Fauzi
- Minggu, 01 September 2024 13:11 WIB

Melalui teknologi machine learning, AI dapat mempelajari preferensi kreator dan audiens, serta memberikan rekomendasi yang lebih personal dan terarah. Ini memungkinkan kreator untuk tidak hanya memenuhi harapan audiens, tetapi juga mengeksplorasi batas-batas kreativitas mereka sendiri.
-000-
Meskipun AI menawarkan banyak keuntungan, ada tantangan baru yang muncul. Ketika AI menjadi semakin umum digunakan oleh kreator di seluruh dunia, risiko homogenisasi karya kreatif meningkat.
Baca Juga: Begini Alasan Bayar MRT Tak Bisa Pakai Gopay, OVO, Dana, LinkAja per 1 Juli
Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa karya-karya yang dihasilkan akan terlihat dan terasa mirip, karena mereka semua didukung oleh teknologi yang sama.
Oleh karena itu, setiap kreator harus mampu menambahkan ciri khas, pengalaman pribadi, dan perspektif unik mereka ke dalam karya yang mereka hasilkan.
Ciri khas ini bisa berupa gaya penulisan yang unik, sudut pandang yang berbeda, atau pengalaman hidup yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Baca Juga: Perputaran Ekonomi Bhayangkara Fest 2023 Polda Aceh Tembus Rp 30 Miliar
Misalnya, seorang penulis yang menggunakan AI untuk menghasilkan novel fiksi ilmiah masih harus menambahkan sentuhan pribadinya, seperti pemahaman mendalam tentang karakter, nuansa emosional, dan tema-tema yang dekat dengan hati nuraninya.
Begitu juga dengan pelukis yang menggunakan AI untuk menciptakan karya seni digital; mereka perlu memasukkan elemen-elemen visual yang mencerminkan identitas budaya atau perjalanan pribadi mereka.
Lukisan mutakhir saya misalnya, sengaja saya tambahkan batik dan nuansa Indonesia.
Pengalaman pribadi ini penting karena, pada akhirnya, karya seni yang benar-benar berkesan adalah karya yang mampu menyentuh emosi dan menginspirasi refleksi mendalam pada audiens.