Carikan Solusi Hilirisasi Tomat, Bupati Solok Temui Kemenperin di Jakarta
- Penulis : Imron Fauzi
- Selasa, 02 Juli 2024 22:20 WIB

Sebagian petani memilih tidak memanen tomatnya dan membiarkan busuk di lahan, supaya tidak menambah biaya, setidaknya bisa jadi pupuk organik,” tuturnya.
Ini berkaitan dengan harga tomat cukup lama tinggi karena daerah Padang Panjang dan Tanah Datar tidak bisa menanam tomat karena faktor bencana termasuk juga daerah sentra lainnya kurang menanam.
“Maka petani Solok banyak menanam. Sekarang kita over produksi sehingga harga anjlok. Termasuk di Jawa juga ikut panen. Dulu harganya sempat Rp12 ribu Tapi sekarang harga di petani kita Rp700 dan Rp1.200 di pedagang,” ucapnya.
Baca Juga: Jokowi Setuju Kredit Macet UMKM hingga Rp 5 M Dihapus!
Dijelaskan Kenedi, diperlukan pola tanam dimana penerapannya bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya lahan secara optimal, efektif dan efisien untuk menghindari risiko kegagalan panen dalam sistem usaha tani karena hanya mengusahakan satu jenis tanaman saja dalam satuan waktu tertentu.***