DECEMBER 9, 2022
Bisnis

Carikan Solusi Hilirisasi Tomat, Bupati Solok Temui Kemenperin di Jakarta

image
Bupati Solok Epyardi Asda saat menemui Kemenperin . (ANTARA/HO-Diskominfo Solok)

Sehingga bisa diandalkan bagi pengembangan hilirisasi produknya dan memberi nilai tambah yang tinggi.

Lebih lanjut Kepala BSKJI mengatakan untuk mengatasi fluktuasi harga tomat, BSKJI sudah melakukan penelitian dan kajian tentang pengolahan tomat.

Lebih lanjut dengan kerja sama Pemerintah Kabupaten Solok dengan BSKJI, pihaknya akan melakukan pelatihan pengolahan tomat kepada para petani di Kabupaten Solok.

Baca Juga: Jokowi Setuju Kredit Macet UMKM hingga Rp 5 M Dihapus!

Ia berharap dan yakin IKM Kabupaten Solok dapat semakin berdaya saing.

​​​​​​Ia juga memiliki sejumlah balai yang memiliki keahlian dan teknologi yang dapat disinergikan program dan kegiatannya dengan program dan kegiatan pemerintah daerah Kabupaten Solok.

Diungkapkannya, BSKJI di bawah Kementerian Perindustrian mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan dan pengawasan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Dompu Meningkat, Bupati: Menjadi 3,17 Persen

Guna membidik sasaran pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,80% di tahun 2024, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan hal ini tertuang dalam program prioritas pada tahun 2024.

Diantaranya adalah program penerapan, pemberlakuan dan pengawasan SNI wajib, program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, hilirisasi industri, program restrukturisasi mesin dan peralatan kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta implementasi industri 4.0.

Terkait dengan aksi buang tomat yang diduga dilakukan oleh petani, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Solok Kenedi Hamzah mengungkapkan, hasil pembahasannya bersama kelompok tani, terungkap bahwa kejadian ini sering terjadi ketika harga tomat anjlok.

Baca Juga: Punya Nilai Ekonomis, Bupati Bangka Tengah Ajak Warga Budidayakan Kepiting Soka

“Ini karena petani sudah memanen tomat mereka dan dibawa ke pasar sayur tetapi tidak ada yang membeli maka mereka membuang demi hanya untuk menyelamatkan petinya.

Halaman:
1
2
3
Sumber: Antara

Berita Terkait