Diskusi Satupena, Eka Budianta Sebut Peluang Jadi Sastrawan Semakin Terbuka
- Penulis : Imron Fauzi
- Jumat, 21 Juni 2024 11:00 WIB

BISNISABC.COM – Penyair dan penulis senior, Eka Budianta melakukan pengamatan sejak 1972 tentang peluang menjadi sastrawan yang semakin terbuka.
Hal itu diungkapkan ole Eka Budianta dalam bahan tertulis untuk diskusi Kamis malam, 20 Juni 2024.
Eka Budianta menjadi narasumber dalam diskusi daring Hati Pena di Jakarta, yang diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA yang diketuai Denny JA.
Baca Juga: 4 Manfaat Tersembunyi Daun Kari Bagi Kesehatan, Salah Satunya Turunkan Berat Badan
Diskusi daring itu dipandu oleh Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.
Dalam diskusi bertema Sastra, Demokrasi, Lingkungan itu, Eka Budianta memaparkan, dulu ada lembaga penerbitan yang menyeleksi naskah para calon pengarang.
Sekarang, dengan bebas kita dapat mempublikasi apa saja.
Baca Juga: Satu Pekan Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok di Sigi Mulai Naik
“Baik karya sendiri maupun karya orang lain, bahkan karya artifisial yang dibuat oleh mesin dengan istilah AI, artificial intelligence. Dengan AI kita bisa menulis cerpen, esai, puisi, novel, bahkan lagu dengan komposisi musik dan liriknya,” jelas Eka.
Artinya, tutur Eka, penyusunan karya tulis kini menjadi sebebas-bebasnya. Tanpa seleksi, tanpa penilaian dewan redaksi, dan bahkan tanpa komentator atau kritik yang memadai.
“Etika dan estetika baik dalam kalimat maupun pengertiannya menjadi sangat longgar. Yang penting menarik dan berguna. Bisa menjadi hiburan, bisa memberi inspirasi, semangat hidup dan melanjutkan perjuangan,” ungkapnya.
“Pada masa yang serba bebas tanpa batas ini, kita boleh bertanya apa gunanya menjadi penulis, sastrawan, komponis dan semua yang terkait dengan pemikiran,” lanjut Eka.