DECEMBER 9, 2022
Keuangan

Bank Indonesia Ungkap Strategi 4K Sukses Kendalikan Inflasi Kaltim di Akhir 2024

image
Bank Indonesia Ungkap Strategi 4K Sukses Kendalikan Inflasi Kaltim di Akhir 2024 (Antara)

BISNISABC.COM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI KPw Kaltim) mengungkapkan bahwa penerapan strategi 4K seperti keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif disebut berhasil menekan inflasi di Kalimantan Timur menjadi 0,31 persen pada akhir tahun 2024.

“Ke depan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengendalikan inflasi melalui strategi 4K, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan,” ujar Kepala BI KPw Kaltim, Budi Widihartanto, di Samarinda, Jumat 3 Januari 2024.

Upaya pengendalian inflasi di Kaltim juga dilaksanakan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menjaga stabilitas inflasi di seluruh kabupaten/kota.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

Pemerintah daerah terus memastikan ketersediaan pasokan dengan mendorong peningkatan produksi pertanian serta kesejahteraan petani melalui program seperti mekanisasi pertanian, pemberian bantuan pupuk, dan sarana produksi.

Langkah lain adalah menjaga keterjangkauan harga dengan memantau dan menstabilkan harga komoditas tertentu yang berpotensi memicu inflasi.

Untuk memperlancar distribusi bahan pokok, TPID fokus meningkatkan konektivitas antar-daerah serta memperbaiki infrastruktur di kawasan sentra pangan.

Baca Juga: Kementerian Keuangan Tegaskan PPN Transaksi QRIS Ditanggung Pedagang, Bukan Konsumen

Inflasi Kaltim tetap terkendali meski di tengah momentum Natal dan Tahun Baru. Pada Desember 2024, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat inflasi sebesar 0,31 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,44 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kaltim tercatat sebesar 1,47 persen (yoy), menunjukkan tren stabil yang mendorong peluang pertumbuhan konsumsi dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi Kaltim pada Desember 2024, dengan andil sebesar 0,38 persen (mtm).

Baca Juga: 10 Daftar HP Oppo yang Tawarkan Promo Tahun Baru 2025, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Faktor cuaca, seperti curah hujan tinggi dan gelombang laut, memengaruhi pasokan perikanan dan sayuran, sehingga memicu kenaikan harga pada kelompok ini.***

Sumber: Antara

Berita Terkait