BI Catat Uang Beredar M2 November 2024 Tumbuh 7 Persen, Capai Rp9.175,8 Triliun
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 23 Desember 2024 22:29 WIB

BISNISABC.COM - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2024 tumbuh sebesar 7 persen secara year-on-year (yoy), mencapai Rp9.175,8 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,8 persen.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,1 persen yoy dan uang kuasi sebesar 2,3 persen yoy,” jelas Ramdan di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Jota Tampil Memukau sebagai Penyerang Tengah, Liverpool Menang 2-0 atas Ipswich Town
Menurut Ramdan, peningkatan M2 pada November 2024 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
Penyaluran kredit pada November 2024 tumbuh 10,1 persen yoy, yang masih stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 1,1 persen yoy, setelah pada Oktober 2024 sempat terkontraksi 0,1 persen yoy.
Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria
Ramdan juga menjelaskan bahwa kredit yang dimaksud hanya mencakup pinjaman (loans) dan tidak termasuk instrumen keuangan seperti surat berharga, tagihan akseptasi, dan tagihan repo.
Selain itu, kredit tersebut tidak mencakup pinjaman yang diberikan oleh kantor bank umum di luar negeri atau yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.
Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih pada November 2024 mencatat pertumbuhan 1,0 persen yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1,6 persen yoy.
Baca Juga: ADB Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Indonesia untuk Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Sementara itu, aktiva dalam negeri bersih tumbuh 8,7 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan Oktober 2024 sebesar 8,2 persen.***