DECEMBER 9, 2022
Bisnis

Presiden Prabowo Dorong Solidaritas dan Kerja Sama Ekonomi di Antara Negara Anggota D-8

image
Presiden Prabowo Dorong Solidaritas dan Kerja Sama Ekonomi (Antara)

BISNISABC.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya solidaritas di antara negara-negara anggota Developing Eight (D-8), yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dalam forum yang berlangsung di Mesir, Presiden menyoroti potensi besar yang dapat diraih melalui kerja sama ekonomi yang lebih erat antarnegara anggota D-8.

“Tujuan utama D-8, yang didirikan pada tahun 1997, adalah mendukung negara-negara berkembang. Kebetulan, anggotanya adalah negara dengan populasi Muslim yang besar,” ujar Presiden di Kairo, Kamis.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang melibatkan delapan negara berkembang, yaitu Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki, dan Pakistan.

Presiden menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas di antara negara-negara Muslim.

Dengan populasi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, anggota D-8 memiliki peluang untuk membangun kemandirian ekonomi bersama.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Sebut Indonesia Berkomitmen Hentikan Impor Beras, Jagung, Gula, dan Garam

Dalam diskusi dengan Mesir, Presiden Prabowo membahas rencana kerja sama strategis, termasuk kebutuhan fosfat untuk pupuk dari Mesir dan ekspor kelapa sawit dari Indonesia.

“Kami sedang mengarah pada kesepakatan Free Trade Agreement dengan Mesir. Mereka membutuhkan kelapa sawit kita, dan kita membutuhkan fosfat mereka untuk pupuk. Ini adalah bentuk kerja sama strategis,” jelas Presiden.

Selain itu, Presiden juga membuka peluang kerja sama dengan negara anggota lain, seperti Pakistan dan Turki, yang memiliki sektor strategis untuk dikembangkan bersama.

Baca Juga: ADB Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Indonesia untuk Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

“Kami berbicara dengan Pakistan dan Turki tentang berbagai kemungkinan kerja sama. Fokusnya saat ini adalah memperkuat ekonomi masing-masing demi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.***

Sumber: Antara

Berita Terkait