DECEMBER 9, 2022
Keuangan

IHSG Melemah di Sesi Penutupan, Dipengaruhi Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Bank Sentral

image
IHSG hari ini (Antara)

BISNISABC.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu sore ditutup mengalami penurunan, terutama dipicu oleh sektor teknologi.

IHSG turun sebesar 15,37 poin atau 0,21 persen, berakhir di angka 7.180,33. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mencatatkan penurunan sebesar 1,80 poin atau 0,21 persen, berakhir di posisi 875,12.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa pergerakan negatif pasar dipengaruhi oleh kecenderungan pasar yang berhati-hati akibat eskalasi konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Bebas dari Unsur Politisasi, Kejaksaan Agung Pastikan Penetapan Tom Lembong sebagai Tersangka

Ketegangan geopolitik ini, ditambah dengan potensi risiko nuklir, membuat pelaku pasar cenderung memilih posisi lebih aman.

Dalam perkembangan global, Rusia mengubah doktrin nuklirnya untuk memungkinkan respons nuklir terhadap serangan konvensional, sementara Menteri Luar Negeri Rusia menegaskan upaya untuk menghindari perang nuklir.

Selain itu, Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga Jepang akan dilakukan secara bertahap, berdasarkan situasi ekonomi.

Baca Juga: Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp48,26 Miliar di Seoul International Café Show 2024

Di sisi lain, Bank Sentral China mempertahankan suku bunga acuannya setelah melakukan pemangkasan sebelumnya, mengindikasikan fokus pada upaya pemulihan ekonomi.

Di dalam negeri, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga acuannya di level 6 persen.

IHSG bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan, dengan sektor teknologi mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,94 persen.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Perdamaian dan Reformasi Global dengan Sekjen PBB di KTT G20

Sebaliknya, sektor energi, kesehatan, dan keuangan mengalami penguatan. Saham-saham seperti BOAT, JMAS, dan DAAZ tercatat mengalami kenaikan terbesar, sementara saham NAIK, DNAR, dan VERN mengalami penurunan signifikan.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait