DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Retreat para Penulis untuk Kemerdekaan

image
Catatan Denny JA: Retreat para Penulis untuk Kemerdekaan. (Istimewa)

Dengan narasi yang sederhana namun kuat, Harper Lee mengekspos realitas diskriminasi rasial di Amerika Selatan.

To Kill a Mockingbird memicu diskusi nasional tentang rasisme dan ketidakadilan sosial, terutama di era gerakan hak-hak sipil Amerika Serikat pada 1960-an.

Novel ini digunakan di sekolah-sekolah untuk mengajarkan toleransi dan keadilan. Meski tidak secara langsung mengubah hukum, buku ini memengaruhi cara masyarakat melihat isu diskriminasi. Ia membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perubahan sosial.

Baca Juga: Lukisan Denny JA Dipamerkan di Hotel Mahakam 24 Residence, tentang Pilres, Era COVID-19 hingga Spiritualisas

Dua karya ini menunjukkan bagaimana tulisan dapat memengaruhi hidup bernegara. Esai dapat membentuk sistem politik yang mendasar, sementara fiksi bisa mengubah cara masyarakat memandang dan memahami isu-isu sosial yang kompleks.

-000-

Retreat para penulis tidak hanya tentang menulis, tetapi juga tentang menyatukan gagasan. Diinisiasi oleh pengurus Satupena 2024 dan bekerja sama dengan Okky Madasari, acara ini membawa para penulis dari berbagai daerah ke satu tempat.

Baca Juga: Fasilitasi Promosi Produk UMKM, Pemprov Babel Gelar Festival ErPeKa

Di sana, mereka berbagi keresahan, ide, dan inspirasi. Setiap suara memiliki tempat. 

Mengapa berkumpul untuk menulis bersama juga penting?
Itu karena menulis adalah tindakan kolektif sekaligus personal. Dalam kesendirian, seorang penulis menggali kedalaman pikirannya. Tetapi dalam dialog, gagasan menemukan bentuk yang lebih utuh.

Retreat ini adalah ruang untuk menggabungkan keduanya, yaitu keheningan pribadi dan percakapan kolektif. Itu dapat menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga relevan.

Baca Juga: 3 Dampak Serius Stereotip Gender pada Remaja, Salah Satunya Menurunnya Kepercayaan Diri

“Tanpa jeda, lautan pikiran akan tetap bergelombang. Retreat adalah dermaga; tempat penulis berlabuh, mengendapkan badai ide, dan kembali ke samudra dengan arah yang lebih jelas.”

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7

Berita Terkait