DECEMBER 9, 2022
News

Satrio Arismunandar sebut Kecerdasan Buatan dalam Proses Belajar-mengajar di Sekolah Memang Menjanjikan

image
Satrio Arismunandar (Bisnisabc.com/kiriman)

“Pengembangan, instalasi, dan pemeliharaan sistem AI membutuhkan anggaran yang besar, yang sering kali tidak tersedia di sekolah-sekolah dengan dana terbatas,” sambungnya.

Selain itu, jelas Satrio, ada kekhawatiran atas ketergantungan pada teknologi. Penggunaan AI dalam pengajaran dapat membuat siswa dan guru terlalu bergantung pada teknologi.

“Hal ini berpotensi mengurangi pengembangan keterampilan interpersonal, kreativitas, dan pemikiran kritis siswa,” lanjutnya.

Baca Juga: Google Tingkatkan Kapasitas Gemini Live: Kini Dapat Berbicara dalam Bahasa Indonesia!

Menurut Satrio, banyak pendidik dan orang tua mungkin merasa skeptis terhadap peran AI dalam pendidikan. Ini bisa disebabkan oleh ketidakpahaman atau kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan peran manusia sebagai guru. 

“Dukungan komunitas dan perubahan mindset diperlukan agar teknologi ini dapat diterima luas,” tegasnya.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, ujar Satrio, diperlukan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pihak sekolah, pengembang teknologi, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan efektif dengan bantuan AI.***

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Instruksikan Penerapan Efisiensi dan Inovasi untuk Transformasi Digital

Halaman:
1
2

Berita Terkait