DECEMBER 9, 2022
News

Komentar Satrio Arismunandar pada Diskusi SATUPENA tentang Teologi Harapan: untuk Mendekatkan Agama dan Sains

image
(Bisnisabc.com/Kiriman)

BISNISABC.COM – Satrio Arismunandar, Sekjen SATUPENA mengatakan bagwa dengan menggabungkan agama dan ilmu pengetahuan atau sains, buku “Theology of Hope” karya Komaruddin Hidayat menawarkan wawasan melalui konsep "teologi alamiah."

Hal itu dikatakan Satrio Arismunandar ketika menanggapi tema diskusi tentang teologi harapan.

Diskusi daring di Jakarta, Kamis malam, 31 Oktober 2024 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA. 

Baca Juga: Jota Tampil Memukau sebagai Penyerang Tengah, Liverpool Menang 2-0 atas Ipswich Town

Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu akan menghadirkan narasumber Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (2019-2024) dan penulis buku "Theology of Hope: Mengejar Kaki Langit". Diskusi itu akan dipandu oleh Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.

Satrio mengungkapkan, buku karya Komaruddin Hidayat mengeksplorasi hubungan antara sejarah pribadi dan sosial, serta interaksi antara kenangan dan harapan dalam hidup.

Karya ini menginspirasi pembaca untuk menemukan makna hidup demi kesejahteraan dunia dan kebahagiaan spiritual. 

Baca Juga: Google Tingkatkan Kapasitas Gemini Live: Kini Dapat Berbicara dalam Bahasa Indonesia!

Satrio menjelaskan, teologi alamiah (natural theology) adalah pendekatan dalam teologi yang mencoba memahami keberadaan dan sifat Tuhan melalui pengamatan dan penalaran atas dunia alami, tanpa bergantung pada wahyu agama. 

“Konsep ini berusaha menemukan tanda-tanda ilahi dalam hukum alam dan fenomena alam semesta,” ujarnya.

Dengan kata lain, kata Satrio, teologi alamiah menggabungkan perspektif rasional dan ilmiah dengan keyakinan spiritual, mencari makna ilahi melalui keteraturan dan keterhubungan dalam alam.

Baca Juga: Bank Indonesia Tegaskan Uang Logam Rp50 hingga Rp1.000 Masih Sah Digunakan

“Pendekatan ini sering kali digunakan untuk mendekatkan agama dan sains dalam menjelaskan hakikat kehidupan dan penciptaan,” tutur Satrio.

Halaman:
1
2

Berita Terkait