DECEMBER 9, 2022
News

Sekjen SATUPENA Sebut Sitor Situmorang Dianggap Menghadirkan Kebaruan Dalam Puisi Indonesia

image
(Bisnisabc.com/Kiriman)

BISNISABC.COM –  Sekjen SATUPENA, Satrio Arismunandar menyebut Sitor Situmorang memiliki arti penting dalam sastra Indonesia.

Menurut Satrio Arismunandar, dia dianggap melahirkan kebaruan dalam puisi Indonesia. Sitor memodernisasi puisi Indonesia dengan gaya minimalis dan perenungan filosofis.

Hal itu dikatakan Satrio Arismunandar saat menanggapi tema diskusi tentang rekam jejak dan kehidupan penyair Sitor Situmorang.

Baca Juga: Rupiah Melemah terhadap Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Diskusi daring di Jakarta, Kamis malam, 17 Oktober 2024 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA. 

Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu akan menghadirkan narasumber istri Sitor Situmorang, Barbara Brouwer dan putranya Iman Situmorang. Diskusi itu akan dipandu  oleh Anick HT dan Amelia Fitriani.

Satrio mengungkapkan, oleh pengamat sastra, Sitor dipandang sebagai perintis puisi modern. Karya-karya puisinya memiliki ciri khas gaya ekspresif, sederhana, dan kontemplatif. Ia sering merenungkan alam, cinta, kehidupan batin, dan budaya.  

Baca Juga: Sriwijaya FC Kalahkan Persikabo 1973 dengan Skor 5-1: Chencho Jadi Bintang Pertandingan

“Puisi Sitor sering disebut sebagai puisi mini atau puisi pendek, yang memadukan kesederhanaan bentuk dengan kedalaman makna,” ujar Satrio.

Ditambahkan Satrio, contoh puisi Sitor yang terkenal adalah "Malam Lebaran." Ini sebuah puisi pendek yang menggambarkan suasana kesunyian saat malam Lebaran, sarat dengan kesederhanaan dan kesedihan tersembunyi.

Satrio memaparkan, selain sebagai penyair, Sitor juga dikenal sebagai penulis cerpen yang penting.

Baca Juga: Inovasi dan Kenyamanan Chery Tiggo 8: SUV Terbaru yang Siap Menaklukkan Tantangan

“Cerpen-cerpennya sering mengangkat realisme sosial dan problematika manusia dalam situasi sehari-hari, terutama masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan,” tuturnya.

Halaman:
1
2

Berita Terkait