DECEMBER 9, 2022
Bisnis

BPP Hipmi Sebut Ekosistem UMKM yang Baik Dapat Keluarkan Indonesia dari Middle Income Trap

image
Ekosistem UMKM yang baik keluarkan Indonesia dari middle income trap (Antara)

BISNISABC.COM - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan perlu ada ekosistem UMKM yang baik agar Indonesia bisa ke luar dari middle income trap.

Dalam sharing discussion dengan tema 'Mengurai Pekerjaan Rumah Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Memberdayakan dan Mengembangkan UMKM' di Jakarta Anggawira juga menyebut untuk keluar dari middle income trap yang paling penting adalah ekosistem yang menunjang. 

"Jadi, nggak bisa hanya misalnya fokus kepada training and development saja," katanya.

Baca Juga: Podcast Meghan Markle Tidak Akan Dilanjutkan karena Kesepakatannya dengan Spotify Berakhir

Dia menyampaikan memberdayakan dan mengembangkan UMKM perlu dilakukan secara komprehensif, bukan hanya bagaimana mendapatkan pembiayaan, meningkatkan daya saing tetapi juga harus didukung sehingga mampu tembus ke pasar global.

"Kan harus ada dari sisi pembiayaannya, dari sisi memasuki pasar global. Itu kan harus secara komprehensif," ujarnya.

Ia menekankan bahwa UMKM harus didukung agar tumbuh dan berkembang sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Baca Juga: Pastikan Sesuai Aturan, Pupuk Indonesia Cek Distribusi Pupuk Bersubsidi di Karawang

Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan dukungan pemerintah melalui akses pembiayaan, pelatihan, dan infrastruktur yang memadai, serta inovasi dan kolaborasi antar pelaku usaha.

"Kalau mau ke luar dari middle income trap yang jelas pengusahanya enggak bisa stunting, pengusahanya harus berkembang," ucapnya.

Anggawira mengakui bahwa saat ini pembiayaan di sisi pelaku usaha mikro telah banyak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), ataupun Permodalan Nasional Madani (PNM), namun ia menyoroti skema pembiayaan bagi pelaku usaha menengah yang membutuhkan biaya sekitar Rp5-100 miliar agar lebih kompetitif.

Baca Juga: Libatkan Banyak Pelaku UMKM, BI Cirebon Sebut Perputaran Uang di CEF 2024 Bisa Lebih dari Rp1 Miliar

Dengan pembiayaan itu, dia berharap ke depan lebih banyak pengusaha besar dan muda yang muncul, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sesuai target presiden terpilih Prabowo Subianto, yakni mencapai 8 persen.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait