Ziarah untuk Wartawan yang Dibunuh dan Kisah Rumah Sakit Jiwa: Pengantar Buku Puisi Esai Jonminofri dari Denny JA
- Penulis : Imron Fauzi
- Minggu, 07 Juli 2024 11:00 WIB

BISNISABC.COM - Dalam periode 20 tahun dari 2003 hingga 2022, sebanyak 1.668 jurnalis telah terbunuh di seluruh dunia, dengan rata-rata 80 jurnalis per tahun.
Demikianlah judul berita media Reporters Without Borders (2023): “1,668 journalists killed in past 20 years (2003-2022), average of 80 per year.”
Angka ini mencerminkan risiko besar yang dihadapi oleh jurnalis, terutama ketika meliput kejahatan kriminal atau politik.
Baca Juga: 4 Strategi Mudah Memulai Bisnis Fashion Agar Sukses Besar
Meskipun ada upaya global untuk melindungi jurnalis, tingkat impunitas terhadap pelaku pembunuhan jurnalis tetap tinggi. Ini membuat situasi keamanan bagi jurnalis investigatif mengkhawatirkan.
Data ini yang saya ingat ketika membaca puisi esai Jonminofri berjudul: "Pena Yang Ujungnya Mengalirkan Darah" (Terbit 2024). Puisi ini mengisahkan seorang wartawan bernama Rudi. Ia berlari keluar kota, merasa dikejar dan mungkin akan dibunuh.
Dalam pelariannya, ia sekaligus ziarah kepada para wartawan sebelumnya yang disiksa hingga mati terbunuh karena "ujung penanya."
Baca Juga: Dinas Pariwisata Bantul Sebut Pendapatan Sektor Wisata Capai Rp14,5 Miliar
Jonminofri mengungkapkan kegelisahan Rudi:
"Tapi kali ini Rudi berpikir lain.
Ini bukan persoalan seperti kemarin-kemarin,
yang mengulas berita soal daging, mutasi, dan kain.
Kini berita yang ditulis menyangkut reputasi partai yang menang pemilu kemarin.
Jadi tak bisa main-main."
Baca Juga: Dinas Tenaga Kerja Sebut 61,31 Persen Pencari Kerja di Kudus Tersalurkan di Perusahaan Tanah Air
Rudi menulis soal partai politik yang menang pemilu. Tak dijelaskan ini pemilu yang mana, tahun berapa. Namun "ujung pena" Rudi sudah menjadi berita utama.