Album Penyair SATUPENA Oleh Artificial Intellegence: Pengantar Buku Puisi Sekaligus Album Lagu dari Denny JA
- Penulis : Imron Fauzi
- Rabu, 03 Juli 2024 10:17 WIB

Untuk puisi saya, beberapa kali Akmal mencari gaya musik yang sesuai. Puisi saya agak sedih tentang penganut agama minoritas yang dipersekusi. Anak kecil itu bertanya pada ibunya: “Siapa Yang Membela Kita?”
Pada awalnya saya mendapatkan gubahan lagu yang menghentak untuk puisi saya itu. Ini gaya musik soal kepedihan yang enerjik.
Saya teks bro Akmal di WA japri: “Bro, saya memilih gaya musik yang lebih lambat, yang dinyanyikan wanita dengan menyentuh hati.” Akmal pun mengubah aransemen lagu sesuai permintaan saya.
Baca Juga: Pastikan Stok Bahan Pokok di Ambon Cukup, Pemprov Maluku Lakukan Pantauan Langsung
-000-
Artificial Intelligence (AI) tidak hanya merupakan alat teknologi, tetapi juga kekuatan transformasional yang mengubah berbagai aspek industri musik.
Berikut tiga isu besar di mana AI akan mengubah industri musik di masa depan:
Baca Juga: 5 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Mengapa Mengurung Pikiran di Dalam Sangkar
1. Demokratisasi Penciptaan Musik
Musik telah lama menjadi medium ekspresi kreatif yang, sampai sekarang, sering kali terbatas pada mereka yang memiliki keterampilan teknis dan pelatihan formal.
AI mengubah dinamika ini. Ia menjadikan musik lebih inklusif dan aksesibel bagi siapa saja, terlepas dari latar belakang atau kemampuannya.
Baca Juga: Optimalkan Rest Area Puncak, Pemkab Bogor Integrasikan dengan Wisata Gunung Mas
AI menyediakan alat yang memungkinkan siapa saja untuk menciptakan musik dengan mudah. Platform seperti Amper Music, Udio, dan AIVA memungkinkan pengguna untuk menghasilkan melodi, harmoni, dan bahkan aransemen lengkap dengan sedikit usaha.