Bina Petani Nilam di Aceh Besar, ARC USK Gandeng 20 Pakar
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 01 Juli 2024 21:41 WIB

BISNISABC.COM - Atsiri Research Center (ARC) Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menurunkan 20 pakar untuk membina petani nilam.
Pembinaan para pakar tersebut dilakuan berasam petani nilam yang ada di Desa Umong Siribee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
"Pembinaan ini diikuti sekitar 70 orang petani, para pakar langsung berinteraksi dengan petani dan penyuling (nilam)," kata Kepala ARC USK Banda Aceh Syaifullah Muhammad, seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Upaya Stabilisasi Harga, Bulog Salurkan 22.416 Ton Beras Program SPHP di Aceh
Pembinaan yang dilaksanakan pada sentra nilam BSI Lhoong itu terbagi dalam empat bidang kepakaran, yaitu pembibitan dan budi daya, penangan pascapanen dan penyulingan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta kelembagaan petani dan literasi keuangan.
Syaifullah mengatakan, dalam program Saweu Gampong (mengunjungi desa) ini, penyuluhan pembibitan dan budi daya serta penyulingan itu langsung dilaksanakan pada kebun percontohan dan unit penyulingan di lokasi sentra.
Peserta mendapatkan pengarahan tentang teknik pembibitan, budi daya, perawatan, panen, pascapanen hingga penyulingan, termasuk aspek keamanan dan keselamatan kerja di lokasi penyulingan.
Baca Juga: Sambut Ajaran Baru, Permintaan Seragam Sekolah di Banda Aceh Mulai Meningkat
"Penguatan kelembagaan petani, dan literasi keuangan juga diberikan pada rumah pembelajaran yang ada di lokasi sentra nilam tersebut," ujar Syaifullah.
Salah seorang tim ahli ARC USK Banda Aceh Hendrasyah menguraikan pentingnya kelembagaan organisasi bagi petani nilam, termasuk di Aceh.
Kelembagaan dalam organisasi ibarat sebuah mesin yang disebut mesin tabayun. Bergeraknya melalui hati, dan melakukan keseluruhan dengan niat kebermanfaatan bagi orang banyak.
Baca Juga: Dukung petani buah naga kembangkan varietas baru, Pemkab Banyuwangi: Peluang Pasar
"Keberhasilan petani nilam di Aceh Besar akan sampai gaungnya kemana-mana suatu saat. Bukan saja tentang panennya yang besar, tapi juga bagaimana semua pengurus yang kompak dan punya cita-cita besar memajukan kelompok tani lain untuk sukses bersama," kata Hendra.