Sekjen SATUPENA Sebut Melestarikan Lingkungan adalah Kewajiban Moral dan Spiritual dalam Islam
- Penulis : Imron Fauzi
- Kamis, 16 Januari 2025 08:36 WIB

BISNISABC.COM – Sekjen SATUPENA, Satrio Arismunandar Islam tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi menjadikannya kewajiban moral dan spiritual.
Hal itu dikatakan Satrio Arismunandar menanggapi tema diskusi tentang benarkah Islam peduli lingkungan.
Diskusi daring di Jakarta, Kamis malam, 16 Januari 2025 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA.
Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria
Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu akan menghadirkan narasumber Rahma Sofiana, Media Campaigner Greenpeace Indonesia. Diskusi itu akan dipandu oleh Mila Muzakkar dan Anick HT.
Satrio mengungkapkan, Islam memberikan perhatian besar terhadap lingkungan dan alam, dan menekankan pentingnya pelestarian dan perlindungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
“Dalam ajaran Islam, hubungan manusia dengan alam dipandang sebagai amanah dari Allah, yang harus dijaga dan dikelola dengan bijaksana,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Jelaskan Jenis Barang dan Jasa Mewah yang Alami Kenaikan PPN 12 Persen
Menurut Satrio, salah satu konsep utama dalam Islam terkait lingkungan adalah posisi manusia sebagai khalifah (pengelola alam), seperti tertera dalam surah Al-Baqarah ayat 30.
“Ini berarti manusia bertanggung jawab untuk mengelola alam secara adil dan berkelanjutan. Sebagai khalifah, manusia tidak boleh merusak lingkungan, tetapi harus menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan di bumi,” sambungnya.
Ditambahkan oleh Satrio, kitab suci Alquran juga secara tegas melarang perusakan alam. Dalam surah Al-A’raf ayat 56, dikatakan: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya...”
Baca Juga: Pesan Menyentuh Shin Tae-yong Kepada Nova Arianto Usai Berpisah dari Timnas Indonesia
“Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, polusi, dan pemborosan sumber daya dipandang bertentangan dengan ajaran Islam,” tutur Satrio.