HSBC Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025: PDB Diperkirakan Naik ke 5,1 Persen
- Penulis : Imron Fauzi
- Jumat, 10 Januari 2025 07:52 WIB

BISNISABC.COM - Chief India and Indonesia Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB), akan mencapai 5,1 persen year on year (yoy) pada 2025.
“PDB untuk tahun 2025 diperkirakan tumbuh 5,1 persen. Pada kuartal III 2024, PDB tercatat sebesar 4,9 persen, jadi ada peningkatan kecil. Sementara itu, banyak negara lain mungkin mengalami pertumbuhan yang lebih rendah,” ujar Pranjul dalam konferensi pers hybrid di Jakarta, Kamis.
Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sedikit melambat, dengan PDB diperkirakan rata-rata sekitar 5 persen.
Baca Juga: Ekonom Sarankan Pemerintah Mitigasi Dampak PPN 12 Persen Terhadap Daya Beli dan Sektor Produktif
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia sempat mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut. Pertumbuhan kredit tetap kuat, meskipun mulai melemah.
Untuk 2025, Pranjul optimistis bahwa kondisi ekonomi akan sedikit lebih baik. Meskipun PMI Manufaktur sempat terkontraksi, ada tanda-tanda pemulihan yang baik pada Desember 2024.
“Beberapa data lainnya, seperti ekspor, menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Jadi, ada hal-hal yang terlihat positif,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Oppo 5G yang Punya Spesifikasi Gahar dan Cocok Buat Gaming
Pranjul juga menyoroti pentingnya kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi pada 2025.
Dalam kebijakan fiskal, HSBC memperkirakan defisit fiskal Indonesia akan sedikit meningkat pada 2025 dibandingkan 2024, terutama karena pelaksanaan program makan bergizi gratis yang baru dimulai.
Meski demikian, defisit fiskal diperkirakan tetap di bawah 3 persen dari PDB.
Baca Juga: Oppo Reno13 Series Segera Rilis: Inovasi Desain dan Teknologi Terbaru di Awal 2025
Di sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada 2025, yaitu sebesar 35 basis poin pada kuartal I dan 50 basis poin pada kuartal II.