Provinsi Gorontalo Alami Deflasi 0,79 Persen di Akhir 2024, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama
- Penulis : Imron Fauzi
- Jumat, 03 Januari 2025 09:12 WIB

BISNISABC.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Gorontalo mengalami deflasi sebesar 0,79 persen secara year-on-year (yoy) pada Desember 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Gorontalo menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami deflasi pada Desember 2024," ujar Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif, dalam keterangannya di Gorontalo, Kamis.
Mukhanif menjelaskan bahwa cabai rawit menjadi penyumbang terbesar deflasi, dengan andil sebesar 1,72 persen, diikuti oleh tomat (0,65 persen), ikan cakalang (0,19 persen), ikan layang (0,11 persen), dan tahu mentah (0,08 persen).
Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria
Menurutnya, perubahan harga pada beberapa komoditas utama seperti cabai rawit, bawang, dan tomat sangat memengaruhi inflasi di Gorontalo.
"Cabai rawit menjadi faktor utama. Penurunan harganya yang signifikan berdampak besar, sehingga memicu terjadinya deflasi," jelas Mukhanif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, mengungkapkan bahwa pengendalian harga cabai rawit menjadi kunci keberhasilan dalam menekan inflasi.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Tegaskan PPN Transaksi QRIS Ditanggung Pedagang, Bukan Konsumen
"Pada tahun 2023, harga cabai rawit sempat mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Namun, pada akhir 2024, harganya berhasil ditekan hingga sekitar Rp50 ribu per kilogram," ungkap Jamal.***