DECEMBER 9, 2022
Bisnis

Ekonom Sebut Indonesia Perlu Diversifikasi Impor dan Ekspor

image
Ekonom nilai RI perlu diversifikasi sumber impor (Antara)

BISNISABC.COM - Ariyo DP Irhamna, dosen Universitas Paramadina sekaligus ekonom di Indef, menilai bahwa diversifikasi sumber impor adalah langkah strategis yang penting untuk mengurangi risiko ekonomi Indonesia di masa depan.

Menurutnya, ketergantungan tinggi Indonesia pada impor dari China tidak hanya berisiko bagi perekonomian, tetapi juga aspek geopolitik.

Dalam diskusi Indef bertema ‘Catatan Akhir Tahun: Investasi dan Industri Faktor Kritis Pertumbuhan 8 persen’, Ariyo menegaskan bahwa jika terjadi gangguan perdagangan akibat konflik geopolitik, seperti perang dagang yang berpotensi berlanjut dengan kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS, perekonomian Indonesia bisa terdampak parah.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

Sejak 2004, China telah menjadi eksportir terbesar ke Indonesia dengan kenaikan signifikan, mencapai 28 persen pada 2023. Ketergantungan ini membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga dan kebijakan perdagangan China.

Untuk itu, Ariyo mengusulkan dua strategi utama: pertama, diversifikasi sumber impor dengan menggantikan impor dengan produk lokal, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Kedua, diversifikasi pasar ekspor yang belum banyak berubah dalam 20 tahun terakhir, dengan tujuan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada beberapa negara tujuan ekspor utama.

Baca Juga: ADB Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Indonesia untuk Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

BPS mencatat bahwa ekspor Indonesia pada November 2024 tercatat sebesar 24,01 miliar dolar AS, menurun dibandingkan bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas dan migas.***

Sumber: Antara

Berita Terkait