Pupuk Indonesia Salurkan 6,6 Juta Ton Pupuk Bersubsidi untuk Musim Tanam 2024
- Penulis : Imron Fauzi
- Sabtu, 30 November 2024 12:50 WIB

BISNISABC.COM - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan 6,6 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar di seluruh Indonesia hingga akhir November 2024.
Jumlah ini telah mencapai 87,7 persen dari target kontrak sebesar 7,54 juta ton dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, mengungkapkan bahwa alokasi awal pupuk bersubsidi pada 2024 hanya sebesar 4,7 juta ton.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah, Terimbas Pelemahan Bursa Asia dan Ketidakpastian Kebijakan Bank Sentral Jepang
Namun, pemerintah menambah anggaran pada April 2024, sehingga total alokasi menjadi setara 9,5 juta ton untuk mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penyaluran sempat terkendala karena surat keputusan (SK) dari kepala daerah baru diterbitkan pertengahan tahun.
Meski demikian, pupuk yang telah disalurkan terdiri dari 3.361.040 ton Urea, 3.210.755 ton NPK, dan 38.419 ton pupuk organik Petroganik.
Baca Juga: Respons Tegas Indonesia terhadap Tawaran Investasi Apple: Prioritaskan TKDN dan Kedaulatan Digital
Tri berharap sisa alokasi pupuk dapat dimanfaatkan oleh petani hingga akhir tahun 2024. Proses penebusan pupuk bersubsidi kini lebih mudah, cukup dengan menunjukkan KTP di kios resmi.
Petani yang memenuhi kriteria sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2024, seperti tergabung dalam kelompok tani, terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan), dan mengelola lahan maksimal dua hektare, berhak menerima subsidi. Subsidi ini dibatasi untuk sembilan komoditas strategis, termasuk padi, jagung, dan cabai.
Pemerintah juga membuka peluang revisi e-RDKK setiap empat bulan, sehingga petani yang belum terdaftar dapat segera mengajukan pendaftaran melalui kelompok tani setempat.***