DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Neuroscience, Samudra Spiritualitas Berakar di Saraf Manusia

image
Catatan Denny JA: Neuroscience, Samudra Spiritualitas Berakar di Saraf Manusia. (Istimewa)

Program ini telah diadopsi oleh ribuan karyawan Google dan perusahaan lain, menunjukkan komitmen korporasi besar terhadap praktik meditasi yang didukung oleh penelitian neuroscience.

Pada akhirnya, neuroscience memberikan kita wawasan baru yang menakjubkan tentang pencarian spiritual manusia.

Pencarian makna dan kebaikan bukanlah hasil dari doktrin agama semata, tetapi kebutuhan biologis yang tertanam dalam otak kita.

Baca Juga: UBS membeli Credit Suisse dalam upaya menghentikan krisis perbankan

Spiritualitas adalah kebutuhan yang melekat pada manusia—bukan pilihan, tetapi alat untuk mencapai kesehatan mental dan emosional yang optimal.

Dengan memahami cara kerja otak, kita dapat lebih merawat spiritualitas dalam diri kita. Ini bukan hanya jalan menuju kedamaian batin, tetapi juga cara untuk mencapai potensi penuh kita sebagai manusia, baik secara biologis maupun spiritual.

“Spiritualitas adalah api purba yang menyala sejak percikan pertama kesadaran manusia, jauh sebelum agama menyalakan obor-obor dogma.”

Baca Juga: Bappelitbangda Sebut Ekonomi Pasaman Barat Tumbuh 4,3 Persen pada Tahun 2023

London, 9 November 2024.***

Referensi:
    •    Andrew Newberg dan Eugene D’Aquili, How God Changes Your Brain, Ballantine Books, 2010.
    •    Lisa Miller, The Spiritual Child: The New Science on Parenting for Health and Lifelong Thriving, St. Martin’s Press, 2015.
    •    Richard Davidson, The Emotional Life of Your Brain, Plume, 2013.

Halaman:
1
2
3
4
5
6

Berita Terkait