DECEMBER 9, 2022
Keuangan

Apa Itu Mata Uang BRIC? Inilah Penjelasan Lengkap dan Perannya dalam Ekonomi Global

image
Mata Uang BRICS (nscpolteksby.ac.id)

BISNISABC.COM - Mata uang BRICS adalah istilah yang merujuk pada mata uang dari empat negara besar yang dikenal sebagai BRIC: Brasil, Rusia, India, dan China.

Keempat negara ini telah menjadi pusat perhatian dalam perekonomian global, terutama sejak awal abad ke-21.

Di bawah ini akan menjelaskan secara rinci apa itu mata uang BRICS, karakteristiknya, serta peran pentingnya dalam ekonomi dunia.

Baca Juga: Perusahaan Sawit Maktour mengundang perkebunan terkenal untuk menghasilkan tanaman berkualitas

Apa Itu BRICS?

BRICS merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, dan China. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Jim O'Neill pada tahun 2001 untuk menggambarkan negara-negara yang diperkirakan akan menjadi kekuatan ekonomi utama di masa depan.

Dalam konteks mata uang, BRIC merujuk pada nilai tukar dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh masing-masing negara tersebut.

Baca Juga: Sriwijaya FC Kalahkan Persikabo 1973 dengan Skor 5-1: Chencho Jadi Bintang Pertandingan

Karakteristik Mata Uang BRICS

- Diversifikasi Ekonomi: Keempat negara ini memiliki basis ekonomi yang berbeda-beda. Brasil terkenal dengan sumber daya alamnya, Rusia dengan energi, India dengan teknologi informasi, dan China dengan manufaktur. Diversifikasi ini memberikan stabilitas pada mata uang mereka, meskipun masing-masing memiliki tantangan tersendiri.

- Volatilitas: Mata uang BRIC cenderung lebih volatile dibandingkan dengan mata uang negara maju. Hal ini disebabkan oleh faktor politik, kebijakan ekonomi, dan perubahan pasar global yang dapat mempengaruhi nilai tukar secara signifikan.

Baca Juga: Mandiri Sekuritas Rekomendasikan Saham Bank Syariah Indonesia dengan Target Harga Rp3.500

- Pengaruh Global: Sebagai negara dengan populasi besar dan sumber daya melimpah, mata uang BRIC memiliki pengaruh yang signifikan dalam perdagangan internasional. Negara-negara ini semakin sering melakukan transaksi dalam mata uang lokal mereka untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Halaman:
1
2

Berita Terkait