Catatan Denny JA: Hukum Keempat Hidup Bermakna, Small Winning
- Penulis : Imron Fauzi
- Sabtu, 26 Oktober 2024 08:32 WIB

Konsep small winning tidak hanya relevan dalam kehidupan modern, tetapi juga telah menjadi bagian dari ajaran agama dan filsafat selama ribuan tahun.
Dalam Islam, prinsip istiqamah atau ketekunan dalam melakukan kebaikan menggambarkan pentingnya konsistensi dalam mencapai tujuan spiritual.
Setiap langkah kecil dalam ibadah atau kebaikan dianggap sebagai kemenangan yang membawa seseorang lebih dekat kepada Tuhan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Membangun Personal Branding? Begini Penjelasan dari Caroline Castrillon
Dalam Kristen, konsep “faithfulness in little things” mengajarkan bahwa Tuhan menghargai usaha-usaha kecil yang dilakukan dengan niat tulus.
Setiap tindakan kebaikan, sekecil apa pun, dianggap bernilai di mata Tuhan dan menjadi dasar untuk hal-hal yang lebih besar.
Buddhisme mengajarkan pentingnya langkah-langkah kecil dan konsisten dalam pencapaian pencerahan. Jalan menuju Nirvana bukanlah satu lompatan besar, tetapi rangkaian langkah kecil yang diambil dengan penuh kesadaran setiap hari.
Dalam Hindu, karma yoga mengajarkan setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Small winning dalam ajaran ini adalah pengingat bahwa setiap tindakan memiliki dampak spiritual yang mendalam, meskipun tampaknya kecil dan tidak signifikan.
Konfusianisme menekankan pentingnya setiap langkah kecil dalam menciptakan harmoni sosial. Small winning dalam konteks ini berarti menghargai upaya kita dalam menjaga hubungan antarmanusia, yang berkontribusi pada keharmonisan dan kesejahteraan bersama.
Baca Juga: Hilangnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 dan Kisah 4 Presiden Menurut Analisis Denny JA
Bahkan dalam tradisi non-agama seperti Stoikisme, small winning hadir dalam bentuk penguasaan diri yang terus-menerus.