Di Tengah Protes Disertai Kekerasan, Bangladesh Berlakukan Jam Malam
- Penulis : Imron Fauzi
- Minggu, 21 Juli 2024 14:24 WIB

BISNISABC.COM - Pemerintah Bangladesh memberlakukan jam malam kepada seluruh negeri dan mengerahkan pasukan di tengah protes yang disertai kekerasan.
Protes dan kekerasan yang terjadi di Bangladesh tersebut menyebabkan kematian sedikitnya 75 orang.
Jam malam diberlakukan pada Jumat malam dan akan tetap berlaku hingga Minggu pagi ketika pihak berwenang akan meninjau situasi di negara Asia Selatan tersebut.
Baca Juga: BNI luncurkan kartu TapCash desain khusus NCT 127
Jaringan broadband dan internet seluler telah dihentikan di seluruh negara sejak Kamis.
Seorang penduduk lokal dari luar Dhaka mengatakan kepada Anadolu melalui telepon bahwa situasi di ibu kota "tidak menentu dan tegang" dengan adanya laporan bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.
"Pemerintah tampaknya tidak bisa mengendalikan situasi," kata warga lokal itu yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Kemenag Pekalongan Fasilitasi 300 UMKM Miliki Sertifikat Halal Gratis
Lebih dari dua ribu orang terluka dalam perkelahian di seluruh negeri.
Protes terhadap sistem kuota 56 persen dalam pekerjaan publik meningkat di negara Asia Selatan itu pada pekan ini, seiring dengan penutupan lembaga pendidikan di seluruh Bangladesh oleh pemerintah.
Namun, para mahasiswa menolak untuk meninggalkan kampus akademi dan kampus universitas.
Sekitar 30 persen dari 56 persen kuota pegawai negeri sipil (PNS) negara tersebut diperuntukkan bagi putra dan cucu mereka yang berpartisipasi dalam perang pembebasan Bangladesh pada tahun 1971.