Diskusi Satupena, Nia Samsihono Sebut Musikalisasi Puisi yang Biasa Tak Persis Sama dengan Kecerdasan Buatan
- Penulis : Imron Fauzi
- Jumat, 12 Juli 2024 17:05 WIB

“Dalam musikalisasi puisi, puisi itu disampaikan tidak dengan cara dibaca tetapi dengan musik, agar puisi itu mudah dipahami oleh pendengar atau masyarakat. Dan puisi itu tidak berubah. Jadi tidak ada refrain dalam musikalisasi puisi,” jelas Nia.
Tetapi Nia melihat, dalam musikalisasi puisi berbasis AI yang dikerjakan Akmal, ada semacam refrain atau bagian yang diulang-ulang.
“Itu menjadi sebuah bentuk baru. Jadi bukan puisi utuh lagi, tetapi dipenggal-penggal, mengikuti nada-nada yang telah dibuat oleh para pemusik,” lanjut Nia.
Baca Juga: Hadirkan Sastrawan Okky Madasari, Satupena Akan Berdiskusi tentang Menulis yang Berdampak
Menanggapi Nia, penulis Dwi Sutarjantono mengatakan, ada banyak aplikasi AI untuk musikalisasi puisi. Ada yang gratis dan mudah, ada juga yang berbayar.
“Ada pilihan, genre musiknya apa. Ini tergantung selera masing-masing. Ada rock, balada, seriosa. Juga bisa memilih suara yang diinginkan. Mungkin irama dangdut memakai tamborine, lalu ada pilihan nada, tempo, ritme,” tutur Dwi.
Menurut Dwi, para musisi sekarang justru memakai aplikasi AI ini untuk memudahkan mereka membuat lagu.***
Baca Juga: Hasil Panen Menurun, Harga Cabai Rawit di Tingkat Petani Temanggung Naik