BI Sebut Laju Inflasi Mulai Melandai di Maluku Juni 2024
- Penulis : Imron Fauzi
- Kamis, 04 Juli 2024 22:05 WIB

Tekanan inflasi lebih lanjut pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau tertahan oleh deflasi yang terjadi pada beberapa komoditas.
Bawang merah, tomat, dan bawang putih mengalami deflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,14 persen, 0,13 persen, dan 0,08 persen.
Penurunan harga bawang merah sejalan dengan masih adanya panen di daerah sentra serta dukungan program fasilitasi distribusi pangan dari daerah sentra ke Maluku oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku.
Baca Juga: Alokasikan Rp75 Miliar, Pemprov Riau Bangun Jalan Bebas Hambatan di Siak
Sejalan dengan itu, harga tomat juga turun seiring dengan melimpahnya pasokan dari daerah sentra (Maluku Tengah) dengan berlangsungnya panen raya.
Secara tahunan, bulan Juni 2024, tekanan inflasi gabungan kabupaten/kota IHK di Provinsi Maluku meningkat.
Inflasi tahunan pada Juni 2024 tercatat sebesar 3,63 persen meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,21 persen .
Baca Juga: 200 Ekor Anak Penyu Dilepas Oleh Peserta Festival Pesisir Paloh Kalbar
Inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional sebesar 2,51 persen.
Ke depan, TPID akan terus memperkuat berbagai upaya sinergis, secara intensif untuk meredam tekanan inflasi, khususnya yang berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Dalam rangka menghadapi risiko ke depan, khususnya risiko curah hujan dan tinggi gelombang yang berpotensi mempengaruhi harga perikanan dan hortikultura.
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Bangka Selatan Terima 5.959 Calon Peserta Didik Baru
TPID wilayah Maluku akan terus menjalankan berbagai program termasuk mengoptimalkan Program Pasar Murah, Gerakan Tanam, bantuan alsintan screenhouse.