DECEMBER 9, 2022
News

China Tanggapi Ancaman Trump Terkait Rencana Mata Uang Alternatif BRICS

image
China Tanggapi Ancaman Trump Terkait Rencana Mata Uang BRICS (Antara)

BISNISABC.COM - Pemerintah China menanggapi ancaman Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut akan mengenakan tarif 100 persen terhadap negara-negara BRICS jika mereka melanjutkan rencana untuk menciptakan mata uang alternatif selain dolar AS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan bahwa BRICS sebagai platform kerja sama bagi negara-negara berkembang menekankan pentingnya keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan, bukan konfrontasi antar blok.

Trump, melalui akun media sosialnya pada Sabtu 30 November 2024, mengkritik upaya negara-negara BRICS yang berusaha menjauh dari dolar AS, dan memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi tarif 100 persen jika melanjutkan rencana tersebut.

Baca Juga: Tips Merawat Pakaian dan Tampil Stylish di Musim Hujan Menurut Dewi Utari

Dia menekankan bahwa negara yang menggantikan dolar dalam perdagangan internasional harus "mengucapkan selamat tinggal kepada Amerika."

Lin Jian menegaskan bahwa tujuan BRICS adalah untuk mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama.

China pun siap bekerja sama dengan mitra-mitra BRICS untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, telah berkembang sejak didirikan pada 2009 dan kini mencakup negara-negara baru seperti Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Rusia kini memegang kepemimpinan bergilir dalam blok tersebut, yang berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi global.***

Sumber: Antara

Berita Terkait