Rupiah Menguat Tipis di Tengah Libur Panjang AS, Dolar Tertekan Aksi Ambil Untung
- Penulis : Imron Fauzi
- Jumat, 29 November 2024 19:19 WIB
.jpg)
BISNISABC.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat menunjukkan penguatan sebesar 24 poin atau 0,15 persen, menjadi Rp15.848 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di Rp15.872 per dolar AS.
Analis Finex, Brahmantya Himawan, menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS disebabkan oleh aksi ambil untung investor, dipicu oleh libur panjang di Amerika Serikat (AS).
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS akibat peralihan investor ke obligasi Treasury turut menekan nilai dolar.
Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria
Namun, kebijakan hati-hati dari Federal Reserve dan rencana kenaikan tarif impor yang diumumkan Presiden terpilih AS, Donald Trump, diperkirakan akan membatasi pelemahan lebih lanjut pada dolar AS.
Brahmantya juga mencatat bahwa penarikan dana asing dari pasar modal Indonesia senilai 891 juta dolar AS, serta kekhawatiran pasar terhadap kebijakan Trump yang berpotensi meningkatkan inflasi di AS, menjadi faktor yang dapat menekan rupiah ke depan.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat mencatat penguatan rupiah ke Rp15.856 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp15.864 per dolar AS.***