Mentan Andi Amran Pastikan Bulog Jadi Off-Taker untuk Dukung Petani Milenial
- Penulis : Imron Fauzi
- Rabu, 27 November 2024 07:11 WIB

BISNISABC.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Perum Bulog akan berperan sebagai off-taker untuk menyerap hasil panen petani milenial.
Langkah ini bertujuan memastikan para petani muda tidak mengalami kerugian ketika mulai terjun ke dunia pertanian.
"Bulog harus jadi off-taker. Ini sudah pasti dan tidak bisa ditawar. Petani milenial tidak boleh dirugikan," ujar Mentan Amran di Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Diskusi Kreator Era AI, Wijaya Kusumah Sebut Kecerdasan Buatan Dapat Mendukung Siswa Belajar
Ia menjelaskan bahwa Kementan akan menjamin harga minimal untuk gabah kering panen (GKP) yang diserap Bulog sebesar Rp6.000 per kilogram.
Namun, para petani milenial tetap diperbolehkan menjual hasil panennya ke pihak lain jika mendapatkan harga lebih tinggi.
"Kalau harganya di bawah Rp6.000, Bulog yang menyerap. Tapi jika harganya Rp8.000 atau Rp9.000, silakan jual ke mana saja yang lebih menguntungkan," tambahnya.
Baca Juga: Respons Tegas Indonesia terhadap Tawaran Investasi Apple: Prioritaskan TKDN dan Kedaulatan Digital
Selain memastikan dukungan Bulog, Kementan juga berupaya menarik minat generasi muda ke sektor pertanian dengan mendorong transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern yang lebih menguntungkan secara ekonomi.
"Generasi Z dan milenial hanya akan turun ke lapangan jika bertani itu menguntungkan dan tidak merepotkan," ujarnya.
Amran juga menjelaskan bahwa rencana menjadikan Bulog sebagai badan otonom di bawah Presiden tidak akan menghambat kolaborasi lintas kementerian untuk mewujudkan swasembada pangan. Ia menegaskan, "Kementan fokus pada produksi, Bulog pada off-taker, dan Kementerian PU pada irigasi untuk pangan."
Baca Juga: Harga Pangan Naik, dari Beras hingga Cabai, Berikut Rinciannya
Sebagai bagian dari program ini, Kementan menargetkan merekrut 50 ribu petani milenial.