Kendalikan Harga Cabai, Pemkab Buru Maluku Gelar Pasar Murah
- Penulis : Imron Fauzi
- Rabu, 31 Juli 2024 22:14 WIB

BISNISABC.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru, Maluku menggelar pasar murah untuk mengendalikan harga cabai di daerah itu.
Dari inspeksi rutin yang digelar Pemkab Buru Maluku, diketahui saat ini harga cabai menembus angka Rp80 ribu per kilogram.
"Saat ini harga cabai keriting di Kabupaten Buru mengalami kenaikan berkisar pada Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram, untuk itu kami melaksanakan pasar murah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru Maluku Syahfan Umasugi.
Baca Juga: Pemkab Bangka Selatan Gencarkan Promosi Budaya Daerah Melalui Putera Puteri Kebudayaan
Pasar murah digelar sebanyak empat kali di Kecamatan Namlea, Air Buaya, Waplau, dan Pela.
Syahfan mengatakan pihaknya juga tengah menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru.
Ia menyebutkan dalam kondisi normal harga cabai di Kabupaten Buru ini sebesar Rp45 ribu per kilogram untuk cabai merah keriting namun kini berkisar pada Rp75-80 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai rawit ada pada harga Rp106 ribu per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik Jadi Rp70.150 per Kg pada 29 Juli 2024
"Bahkan kalau stok cabai ini banyak, harganya bisa anjlok hingga Rp20 ribu per kilogram," katanya lagi.
Menurutnya hal ini tentu berdampak negatif pada perekonomian masyarakat setempat khususnya bagi mereka yang memiliki usaha di bidang kuliner.
Ia menuturkan berdasarkan informasi dari dinas terkait, meroketnya harga cabai tersebut disebabkan oleh bencana banjir yang terjadi pada daerah Waeapo Buru yang menyebabkan produktivitas petani cabai menurun.
Baca Juga: Tekan Laju Inflasi, Pemprov Bengkulu Gelar Pasar Murah di Sembilan Lokasi
Meski begitu solusi lain yang dilakukan Pemkab Buru seperti mendatangkan cabai dari luar daerah namun berkaitan dengan hal tersebut pihaknya pun masih menjalin koordinasi dengan pihak terkait.