DECEMBER 9, 2022
Keuangan

Inflasi di Kalimantan Timur Capai 1,47 Persen pada Akhir 2024, Didominasi Kenaikan Harga Makanan

image
Inflasi di Kalimantan Timur Capai 1,47 Persen pada Akhir 2024 (Antara)

BISNISABC.COM - Kenaikan harga makanan sebesar 2,64 persen pada Desember 2024 menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga mencapai 1,47 persen di penghujung tahun tersebut.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, inflasi year-on-year (y-on-y) di provinsi ini tercatat sebesar 1,47 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,93. Hal ini ia sampaikan di Samarinda, Jumat (Desember 2024).

Kabupaten Berau mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,69 persen dengan IHK 107,26, sementara Kota Balikpapan mencatat inflasi terendah sebesar 1,11 persen dengan IHK 107,16.

Baca Juga: Perbedaan Vasektomi dan Kebiri: Prosedur dan Dampaknya pada Kesehatan Pria

Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi juga dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran lainnya, seperti pakaian dan alas kaki (2,12 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,64 persen), serta kesehatan (5,20 persen).

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,67 persen.

Namun, beberapa kelompok pengeluaran justru menunjukkan penurunan indeks, seperti perlengkapan rumah tangga (-0,06 persen), transportasi (-2,03 persen), serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,62 persen).

Baca Juga: Newcastle Hentikan Tren Kemenangan Liverpool di Liga Inggris dengan Drama 6 Gol

Secara bulanan (month-to-month), inflasi Desember 2024 mencapai 0,31 persen, sedangkan secara year-to-date (y-to-d), inflasi tercatat sebesar 1,47 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan ini, dengan andil 0,38 persen. Komoditas utama yang memengaruhi inflasi mencakup ikan layang, tomat, kangkung, bayam, dan bawang merah.

Sementara itu, secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil terbesar sebesar 0,77 persen, dengan komoditas utama berupa beras, sigaret kretek, ikan layang, bawang merah, dan kopi bubuk.***

Sumber: Antara

Berita Terkait