DECEMBER 9, 2022
News

Prabowo Subianto Soroti Pengaruh China dalam Politik Luar Negeri Indonesia

image
Prabowo Subianto Soroti Pengaruh China dalam Politik Luar Negeri Indonesia (Antara)

BISNISABC.COM - Dalam sebuah diskusi pada November 2023, Prabowo Subianto, yang saat itu masih calon presiden, mengungkapkan visi politik luar negeri yang ingin diterapkannya jika terpilih.

Konsep yang dia usung disebut sebagai Good Neighbor Policy, yang menekankan pada politik luar negeri Indonesia yang bebas, independen, dan tidak berpihak pada blok kekuatan manapun.

Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia harus berhati-hati dalam menanggapi dua blok besar dalam politik global.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Oppo untuk Gaming dengan RAM di Atas 8 GB, 2025 Wajib Punya!

Blok Barat, yang terdiri dari Amerika Serikat dan Eropa, sering menjadi acuan pendidikan bagi banyak pejabat Indonesia.

Di sisi lain, Blok Timur, khususnya China, juga harus diperhatikan dengan seksama. Menurutnya, China merupakan contoh negara yang berhasil memperbaiki kesejahteraan rakyatnya dengan dedikasi tinggi, disiplin kerja, dan komitmen dalam memberantas kemiskinan serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Prabowo mengutip filosofi politik luar negeri yang dikemukakan oleh diplomat terkenal, "One thousand friends too few, one enemy too many," yang berarti bahwa dalam diplomasi, lebih banyak teman lebih baik, namun satu musuh bisa membawa dampak besar bagi negara.

Baca Juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi Akhir Tahun

Mengapa China begitu penting dalam politik luar negeri Indonesia? Sejak memulai reformasi ekonomi pada 1978, China berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata lebih dari 9 persen per tahun dan berhasil mengangkat hampir 800 juta orang dari garis kemiskinan.

Hasilnya, China kini menjadi negara dengan pendapatan per kapita sebesar 12.600 dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang hanya mencatatkan pendapatan per kapita 4.900 dolar AS.

Pada 2023, Produk Domestik Bruto (PDB) China mencapai 126,06 triliun yuan (sekitar 17,71 triliun dolar AS), seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri Li Qiang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China pada Maret 2024.

Baca Juga: Pemerintah Sederhanakan Distribusi Pupuk Bersubsidi untuk Meningkatkan Akses Petani

Pertumbuhan pesat ini membuat China menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di dunia, yang tentunya menjadi perhatian penting bagi Indonesia dalam merumuskan kebijakan luar negeri.***

Sumber: Antara

Berita Terkait