
Ya, AI akan masuk dan tak bisa dipisahkan dengan dunia sastra. Para penulis mau tak mau, suka atau tidak suka, akan bersahabat dengan AI.
Jangan seperti Bon Jovi dan Elton John yang khawatir para penulis dan pemusik karirnya akan tersodok AI. Jadikan AI sebagai asisten dalam dunia sastra dan musik, kata Denny JA dalam sambutan peluncuran sastra musikal berbasis AI beberapa waktu lalu di Jakarta.
SATUPENA yang diinisiasi Dr. Nasir Tamara dan teman-teman satu dekade lalu, kini diketuai Denny JA. Dan bila Denny JA yang memimpin, kata Elza Peldi Taher -- penulis buku puisi esai Manusia Gerobak -- segalanya akan lancar.
Baca Juga: Brand kecantikan YOU luncurkan Sunscreen Sunbrella Triple UV Elixir untuk kulit berminyak
Bagiku, DJA seperti Midas. Apa pun yang disentuhnya akan menjadi emas. Dan SATUPENA pun, akan menjadi emas sastra di masa depan. Semoga.
Bangkitlah sastra dan budaya Indonesia.***
*Syaefudin Simon adalah kolumnis dan penulis SATUPENA.
Baca Juga: Memperluas Tafsir Kurban Hewan: Kurban Tak Sebatas Bahimatul An'am