Pj Gubernur Maluku Intensif Kendalikan Inflasi dan Turunkan Kemiskinan di Akhir Jabatan
- Penulis : Imron Fauzi
- Senin, 22 Juli 2024 23:59 WIB
.jpeg)
BISNISABC.COM - Gubernur Maluku Sadali Ie mengintensifkan program pengendalian inflasi dan penurunan kemiskinan sebagai program unggulan hingga akhir masa jabatan.
"Hal ini terkait dengan sembilan arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepada kepala daerah dan sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian," kata dia.
Ia mengatakan upaya pengendalian inflasi yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya dengan menggelar Pasar Inflasi bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi setempat dan Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara serta distributor, untuk mengendalikan harga bahan pokok.
Baca Juga: Amankan Jalur, Jasamarga Lakukan Evakuasi Kendaraan Terbakar di Tol MBZ
"Pasar inflasi ini terbentuk dalam rangka mengendalikan harga, sehingga bisa terkendali dengan baik," kata dia.
Di dalam pasar murah inflasi dijual berbagai jenis kebutuhan pokok, antara lain beras, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam ras, gula pasir, berbagai jenis sayur mayur dengan harga murah atau di bawah harga pasar tradisional.
Pasalnya, kata dia, dalam tiga tahun belakangan ini inflasi di Maluku bergerak naik, pada posisi 6,3 persen dan sudah melebihi target 2,5 persen.
"Oleh sebab itu butuh partisipasi semua pihak berkontribusi agar inflasi bisa terkendali," kata dia.
Dalam upaya penurunan kemiskinan, pemerintah melakukan program Satu OPD Satu Desa Binaan, yang artinya setiap OPD bertanggung jawab membantu satu desa binaan.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan di desa-desa itu bisa dengan melakukan intervensi program pada desa-desa binaan, pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat sesuai dengan lokus di masing-masing OPD.
Baca Juga: BI Optimis Inflasi Bengkulu 2024 Bisa Capai Target Nasional 2,5 Persen
Apalagi, katanya, saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku masuk 15 provinsi termiskin di Indonesia. Berdasarkan angka, Provinsi Maluku saat ini berada pada angka 2,59 persen, diharapkan pada akhir Desember 2024 mencapai 0 persen, sesuai target nasional.