Denny JA Sebut Kreator Karya Seni yang Menggunakan AI Akan Semakin Dominan
- Penulis : Imron Fauzi
- Sabtu, 27 Juli 2024 09:54 WIB

Protes ini berfokus pada beberapa alasan utama. Para musisi menyoroti masalah devaluasi musik, di mana AI menciptakan karya yang sangat mirip dengan lagu-lagu yang ada tanpa izin atau kompensasi yang adil kepada pencipta asli.
Mereka juga menekankan pentingnya melindungi hak cipta dan memberikan kompensasi yang layak bagi musisi yang karyanya digunakan sebagai bahan pelatihan untuk AI.
Tuntutan untuk menghormati hak cipta tentu harus kita akui dan hormati. Namun penggunaan AI dalam berkarya kini tak lagi bisa dihindari.
Baca Juga: BNI luncurkan kartu TapCash desain khusus NCT 127
Teknologi ini telah menjadi bagian integral dari berbagai aspek kehidupan kreatif, dari penulisan hingga komposisi musik dan seni visual.
Menurut Denny JA, ke depan, kita akan melihat pembelahan yang semakin jelas di antara dua kelompok kreator: mereka yang menggunakan AI dalam berkarya dan mereka yang tidak.
Fenomena ini terjadi tidak hanya di dunia musik, tetapi juga di kalangan penulis, pelukis, dan seniman lainnya.
Baca Juga: Podcast Meghan Markle Tidak Akan Dilanjutkan karena Kesepakatannya dengan Spotify Berakhir
Tiga alasan utama mengapa kreator yang menggunakan AI akan menjadi dominan.
1. Efisiensi dan Produktivitas Tinggi:
AI memungkinkan kreator untuk menghasilkan karya dengan lebih cepat dan efisien. Alat-alat AI dapat mengotomatisasi tugas-tugas berulang dan teknis, sehingga kreator dapat fokus pada aspek-aspek kreatif dari pekerjaan mereka.
2. *Kemampuan untuk Bereksperimen dan Inovasi:*
AI menyediakan alat yang memungkinkan kreator untuk bereksperimen dengan ide-ide baru dan menciptakan karya yang mungkin tidak dapat dicapai dengan metode konvensional. Ini membuka peluang untuk inovasi yang lebih besar dalam seni.